16 September 2026 - 07:19
Peringatan atas Meluasnya Penculikan dan Ancaman terhadap Tokoh Agama di Nigeria

Pusat Pemantauan Al-Azhar untuk Penanggulangan Ekstremisme, menyusul penculikan enam imam salat berjamaah di Negara Bagian Zamfara, Nigeria utara, memperingatkan meluasnya ketidakamanan dan meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata di negara tersebut. Lembaga itu menegaskan bahwa tokoh agama dan sosial kini semakin rentan menjadi sasaran serangan dan penculikan.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Pusat Pemantauan Al-Azhar menyatakan bahwa enam imam berjamaah diculik oleh orang-orang bersenjata ketika dalam perjalanan menuju sebuah pertemuan keagamaan.

Menurut lembaga tersebut, berlanjutnya pembayaran uang tebusan kepada para penculik telah menjadi salah satu sumber penting pendanaan bagi kelompok bersenjata dan jaringan kriminal di wilayah barat laut Nigeria. Kondisi ini dinilai dapat memperluas kejahatan penculikan sekaligus membuat tokoh agama dan sosial semakin sering menjadi sasaran.

Pusat Pemantauan Al-Azhar untuk Penanggulangan Ekstremisme mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas penculikan enam imam di Negara Bagian Zamfara, Nigeria utara.

Para imam tersebut diculik oleh orang-orang bersenjata ketika sedang menuju sebuah pertemuan keagamaan di kota Talata Mafara, yang digelar dengan dukungan salah seorang anggota Senat.

Militer dan kepolisian Negara Bagian Zamfara telah mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut di salah satu jalan terpencil. Mereka juga mengumumkan dimulainya operasi berskala luas untuk menemukan lokasi para korban dan berupaya membebaskan mereka.

Pusat Pemantauan Al-Azhar mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi ketika kawasan barat laut Nigeria, termasuk Zamfara, Kaduna, dan Katsina, masih menghadapi gelombang ketidakamanan dan ketidakstabilan.

Menurut lembaga itu, kelompok bersenjata dan jaringan kriminal memanfaatkan lemahnya pengawasan keamanan di wilayah pedesaan dan daerah terpencil untuk menjadikan penculikan dengan tuntutan uang tebusan sebagai salah satu sumber utama pembiayaan aktivitas mereka.

Uang Tebusan Menjadi Sumber Penting Pendanaan Kelompok Bersenjata

Pusat Pemantauan Al-Azhar menyoroti peran uang tebusan dalam membiayai kelompok bersenjata dan jaringan kriminal.

Lembaga itu mengutip laporan SBM Intelligence yang menyebut bahwa total uang tebusan yang dibayarkan di Nigeria dari Juli 2025 hingga Juni 2026 mencapai sekitar 7,78 miliar naira, atau hampir 5,8 juta dolar AS.

Namun, lembaga tersebut menegaskan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena sebagian kasus penculikan tidak dilaporkan karena berbagai alasan.\

Peringatan atas Ancaman terhadap Tokoh Agama

Pusat Pemantauan Al-Azhar menilai penculikan enam imam tersebut sebagai tanda mengkhawatirkan mengenai meluasnya kejahatan bersenjata dan masuknya tokoh agama serta sosial ke dalam daftar sasaran kelompok-kelompok bersenjata.

Lembaga itu memperingatkan bahwa terus mengalirnya dana dari pembayaran uang tebusan akan memperkuat jaringan kriminal serta mendorong mereka memperluas operasi dan menambah jumlah korban.

Pusat Pemantauan Al-Azhar menekankan pentingnya memutus sumber pendanaan kelompok bersenjata, memperkuat pengamanan di jalan-jalan dan wilayah pedesaan, serta meningkatkan koordinasi antarlembaga keamanan untuk melindungi warga, tokoh agama, dan tokoh sosial.

Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa upaya memberantas penculikan tidak cukup hanya melalui tindakan keamanan terhadap para pelaku, tetapi juga harus disertai dengan pemblokiran sumber-sumber keuangan mereka agar kemampuan kelompok-kelompok tersebut untuk melanjutkan aktivitas kriminal dapat dikurangi.

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha